Senin, 26 Desember 2011

Pembangkitan nilai nilai luhur Weda

Itihasa merupakan penjelasan mengenai sejarah kepahlawanan yang sangat popular.Wiracarita inilah yang termasuk dari bagian Itihasa tersebut. Itihasa yang paling popular selama ini hanya ada dua yaitu Ramayana dan Mahabharata. kedua kisah kepahlawanan yang menjunjung nilai luhur weda  tersebut sangat popular hinga penjuru dunia.
Jenis Ithasa merupakan jenis epos yang terdiri dari dua enis yaitu:
  1. Ramayana yang terdir dari 7 kanda di susun oleh Rsi Walmiki
  2. Mahabharata yang terdiri dari 18 parwa disusun oleh maha Rsi Vyasa

Epos besar Ramayana dan Mahabharata mengandung nilai luhur Weda yang sangat tinggi sekali maka dari itu kitab-kitab terebut di jadikan kitab agama Hindu. Itihasa merupakan cabang ilmu kitab suci Hindu terutama yang termasuk dalam kitab Upaveda

Ramayana dan Mahabharata

            Ramayana dan Mahabharata merupakan sumber hidup dari eika dan kebudayaan selai mengandung kesusilaan dan kebajikan juga menympan ajran hidp yang sangt bernilai mulai dari bidang pmrentahan, strategi perang, amnat pendrita rakyat, kehidpan social, serta ajaran-ajaran yang semuanya sesuai dengan kondisi di Indonesia bahkan di dunia.
            Ramayana mula-mula dikenal di Indonesia melalui saudarany ked ala bahasa jawa kuno pada abad ke-9 di zaman pemerintahan diah belitung(820-832 saka atau 898-910 Masehi)bersama-sama cerita lainnya seperti Mahabharata, Arjunawiwaha, Bharatayuddha, Dewaruci, Pustaka Raja. Babad-babad dan lain sebagainya yang dapat mamayu hayuning buono artinya mampu melindungi Dunia.
            Mahabharata tergolong Itihasa yang meguraikan ajaran-ajaran darma. Mahabharata yang berbahasa sansekerta adalah bentk gita (syair), terdiri atas 100.000 sloka di susun oleh Bhagawan Vyasa Kresna Dwipayana. Belia tinggal di Bhadriksrama, di gunung Himalaya bagian barat India utara selama tiga tahun. Adapun isi dari Mahabharata yakn peran antara Pandawa dan Kurawa, oleh karena itu sering disebut dengan perang Mahabharatayudha yan artinya perang besar keurunan Bharata.
Untuk menghormati pujangga Vyasa, maka Bhagawan Waruci memetik Itihasa Asta dasa parwa / Mahabharata yang selanjutnya hasil himpunan itu diberi nama Sarassamucaya.Sarassamucaya emuat tentang budi pekerti.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar